Kejati Susuri Kasus Mafia Tanah di Way Kanan, Ayah Adipati Ikut Diperiksa

Bagikan

Kejaksaan Tinggi (Kejati) terus menyusuri dugaan praktik mafia tanah yang terjadi di Kabupaten Way Kanan.

kejati-susuri-mafia-tanah-way-kanan

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena diduga melibatkan penguasaan dan peralihan hak atas tanah secara tidak sah. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap jaringan serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Kalbadi, Mantan Bupati Way Kanan Ikut Diperiksa

Dalam rangka pendalaman kasus, Kejati memeriksa Kalbadi, mantan Bupati Way Kanan yang juga dikenal sebagai ayah dari Adipati Surya, tokoh politik di daerah tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali keterangan terkait dugaan keterlibatan atau pengetahuan mengenai proses penguasaan lahan yang dipermasalahkan.

Pihak Kejati menegaskan bahwa pemeriksaan Kalbadi masih sebatas klarifikasi sebagai saksi. Keterangan yang diberikan akan dicocokkan dengan bukti dokumen dan keterangan saksi lainnya. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya Kejati mengungkap alur dan pihak-pihak yang berperan dalam kasus mafia tanah tersebut.

Kehadiran Kalbadi di Kejati menarik perhatian publik karena statusnya sebagai mantan kepala daerah. Namun, aparat penegak hukum menegaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dan objektif, tanpa melihat latar belakang maupun jabatan yang pernah diemban.

Dugaan Modus Operandi Mafia Tanah

Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan mafia tanah di Way Kanan melibatkan manipulasi dokumen kepemilikan dan proses administrasi pertanahan. Modus yang digunakan antara lain penerbitan sertifikat ganda, pengalihan hak tanpa sepengetahuan pemilik sah, serta perubahan status lahan secara tidak prosedural.

Praktik tersebut diduga melibatkan oknum tertentu yang memiliki akses terhadap data dan kewenangan administratif. Kejati mendalami kemungkinan adanya kerja sama antara pihak swasta dan oknum aparat dalam memuluskan penguasaan lahan. Proses ini disinyalir merugikan masyarakat yang kehilangan hak atas tanah mereka.

Selain itu, penyidik juga menelusuri potensi kerugian negara akibat dugaan penyalahgunaan lahan milik negara atau aset daerah. Jika terbukti, kasus ini tidak hanya menyangkut pidana umum, tetapi juga berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Bukan Tanpa Alasan! Pakar Unpad Jelaskan Dampak Sawit di Jawa Barat

Respons Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Kejati Susuri Kasus Mafia Tanah di Way Kanan, Ayah Adipati Ikut Diperiksa

Pemerintah Kabupaten Way Kanan menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pihak pemda menegaskan siap mendukung Kejati dengan memberikan data dan dokumen yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan. Transparansi dan akuntabilitas disebut menjadi prioritas agar kasus ini terang benderang.

Sementara itu, masyarakat Way Kanan menyambut baik langkah Kejati dalam mengusut dugaan mafia tanah. Banyak warga berharap kasus ini dapat menjadi momentum untuk membersihkan praktik-praktik ilegal yang selama ini merugikan masyarakat kecil, khususnya pemilik lahan.

Aktivis dan pemerhati agraria juga mendorong agar Kejati bertindak tegas. Mereka menilai mafia tanah merupakan kejahatan serius karena berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Penegakan hukum yang konsisten diharapkan mampu memberikan efek jera.

Langkah Hukum dan Harapan ke Depan

Kejati memastikan penyelidikan akan terus berlanjut dengan memeriksa saksi-saksi lain dan mengumpulkan alat bukti tambahan. Tidak menutup kemungkinan status perkara akan ditingkatkan ke tahap penyidikan jika ditemukan bukti kuat adanya tindak pidana.

Pihak Kejati juga menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai prosedur hukum dan menjunjung asas praduga tak bersalah. Setiap pihak yang dipanggil diperiksa berdasarkan kebutuhan penyelidikan, bukan atas dasar spekulasi atau tekanan publik.

Kasus dugaan mafia tanah di Way Kanan ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pertanahan, sekaligus mencegah praktik serupa terjadi di daerah lain.

Jangan lewatkan update berita seputaran Mafia Hutan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari inilampung.com
  • Gambar Kedua dari disway.id