Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BKN gelar uji kompetensi CACT untuk percepat manajemen talenta dan tingkatkan kualitas pegawai.
Kementerian Kehutanan menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menyelenggarakan uji kompetensi CACT. Tetap simak di Mafia Hutan program ini bertujuan mempercepat manajemen talenta pegawai dan meningkatkan kemampuan SDM di lingkungan kementerian secara lebih profesional.
Percepatan Reformasi Birokrasi Berbasis Sistem Merit
Kementerian Kehutanan terus memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit berbasis kinerja. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola aparatur yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, kementerian bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyelenggarakan Penilaian Potensi dan Kompetensi berbasis Computer Assisted Competency Test (CACT). Program ini dirancang untuk menghadirkan proses asesmen yang objektif dan terstandar secara nasional.
Pendekatan berbasis teknologi dinilai mampu menjawab kebutuhan manajemen SDM modern. Dengan sistem digital, hasil penilaian dapat diolah secara akurat sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Pelaksanaan CACT Secara Serentak Di Seluruh Indonesia
Sebanyak 5.666 pegawai Kementerian Kehutanan mengikuti pelaksanaan CACT pada 24–27 Februari 2026. Uji kompetensi tersebut dilaksanakan di 35 titik Kantor Regional dan Unit Pelaksana Teknis BKN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pelaksanaan di daerah, asesmen juga digelar di Kantor BKN Pusat pada 3–4 Maret 2026. Secara keseluruhan, target pemetaan potensi dan kompetensi pegawai Kementerian Kehutanan sepanjang tahun 2026 mencapai 7.027 orang.
Skala nasional ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem manajemen talenta yang komprehensif. Seluruh pegawai mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipetakan potensinya secara adil dan terukur.
Baca Juga: Kemenhut Tangkap Pembalak Liar di Cagar Alam Napabalano Sultra
Dasar Strategis Pengembangan Talenta Aparatur
Kepala Badan P2SDM, Indra Exploitasia, menyampaikan bahwa CACT merupakan instrumen penting dalam menyelaraskan kompetensi pegawai dengan kebutuhan organisasi. Pemetaan yang menyeluruh akan membantu merancang strategi pengembangan SDM yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, hasil asesmen memungkinkan penyusunan program peningkatan kapasitas yang adaptif dan relevan dengan dinamika organisasi. Dengan demikian, pengembangan pegawai tidak lagi bersifat umum, melainkan berbasis kebutuhan riil.
Langkah ini sekaligus mempercepat implementasi manajemen talenta di lingkungan Kementerian Kehutanan. Penempatan jabatan, promosi, serta rotasi ke depan akan mempertimbangkan potensi dan kompetensi yang telah terpetakan.
Standarisasi, Transparansi Dan Akuntabilitas Bersama BKN
Kerja sama dengan BKN memastikan seluruh proses asesmen dilaksanakan sesuai prinsip sistem merit nasional. Dukungan metodologi yang teruji dan infrastruktur digital memperkuat kredibilitas pelaksanaan CACT.
Sistem berbasis komputer membantu meminimalkan potensi subjektivitas dalam penilaian. Setiap peserta diuji melalui parameter yang sama sehingga hasilnya dapat dibandingkan secara objektif.
Validitas dan akuntabilitas hasil asesmen menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan manajemen talenta. Dengan data yang terukur, kebijakan pengembangan SDM dapat dirancang secara lebih transparan dan profesional.
Menuju Forestry Human Excellence Yang Adaptif
Materi uji dalam CACT mencakup Emerging Skills, kompetensi manajerial dan sosiokultural, serta literasi digital. Cakupan ini dirancang untuk memastikan aparatur siap menghadapi tantangan birokrasi modern dan transformasi berbasis teknologi.
Selain sebagai alat evaluasi, hasil penilaian juga menjadi landasan penyusunan program pendidikan dan pelatihan. Perencanaan karier pegawai akan diselaraskan dengan hasil pemetaan kompetensi yang telah diperoleh.
Melalui langkah strategis ini, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya membangun manajemen talenta berbasis data dan kompetensi. Visi Forestry Human Excellence diharapkan melahirkan aparatur yang unggul, berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab dinamika pembangunan sektor kehutanan di masa depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kehutanan.go.id
- Gambar Kedua dari kehutanan.go.id