Warga Kabupaten Pidie turun langsung ke kawasan Hutan Tangse untuk menutup aktivitas tambang emas ilegal yang diduga kuat menjadi pemicu banjir bandang berulang.
Puluhan warga dari sejumlah gampong di wilayah hulu turun langsung menyerbu lokasi tambang yang diduga menjadi pemicu utama banjir bandang berulang.
Aksi tersebut dipicu rasa putus asa karena bencana datang silih berganti, sementara kerusakan hutan kian parah.
Hutan Tangse selama ini dikenal sebagai kawasan penyangga ekologis yang vital bagi Pidie. Namun, pembukaan lahan secara brutal untuk penambangan emas ilegal telah mengubah bentang alam.
Aliran sungai yang dulunya jernih kini dipenuhi lumpur, sedimen, dan material galian. Saat hujan deras turun, air dengan cepat meluap dan menghantam permukiman warga di hilir. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Mafia Hutan.
Banjir Bandang Berulang Picu Aksi Warga
Warga menyebut banjir bandang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir semakin sering dan semakin merusak. Sawah terendam, rumah hanyut, jembatan rusak, serta akses transportasi terputus. Banyak warga meyakini kondisi tersebut tidak terlepas dari kerusakan hutan akibat tambang ilegal yang menggunduli kawasan hulu.
Dalam aksi ke lokasi tambang, warga mendapati alat berat, lubang-lubang galian, serta kolam limbah yang dibiarkan terbuka. Mereka menilai aktivitas tersebut jelas melanggar hukum dan membahayakan keselamatan banyak orang. Beberapa warga bahkan menyebut pernah melaporkan aktivitas tambang ilegal itu, namun hingga kini tidak ada perubahan signifikan di lapangan.
Kerusakan Lingkungan di Kawasan Hutan Tangse
Hutan Tangse merupakan daerah tangkapan air yang berfungsi menahan laju air hujan dan menjaga stabilitas tanah. Penambangan ilegal yang dilakukan tanpa kaidah lingkungan menyebabkan lapisan tanah atas terkikis, pohon-pohon ditebang, dan lereng menjadi rawan longsor. Kondisi ini membuat air hujan langsung mengalir deras ke sungai tanpa hambatan alami.
Selain banjir, warga juga mengeluhkan pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan emas. Sungai yang menjadi sumber air bersih kini berubah keruh dan tidak layak konsumsi. Dampak jangka panjangnya dikhawatirkan mengancam kesehatan masyarakat serta merusak ekosistem sungai.
Baca Juga: KPK Ungkap Potensi Kerugian Rp175 Triliun Di Sektor Hutan
Tindakan Penegakan Hukum Aparat
Dalam aksinya, warga menuntut aparat penegak hukum dan pemerintah daerah bertindak tegas menghentikan seluruh aktivitas tambang ilegal di Hutan Tangse. Mereka mendesak penertiban menyeluruh, penyitaan alat berat, serta proses hukum terhadap para pelaku dan pihak yang diduga membekingi aktivitas tersebut.
Warga juga menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama maraknya tambang ilegal. Lokasi yang terpencil sering dijadikan alasan sulitnya penindakan, namun masyarakat menegaskan bahwa keselamatan warga tidak boleh dikorbankan. Mereka berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa baru kemudian bertindak.
Harapan Pemulihan Hutan
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.okezone.com