Warga Pidie, Aceh, marah besar dan memburu mafia tambang yang merusak hutan, bahkan siap membakar alat berat.
Keresahan masyarakat terhadap kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal memuncak di Pidie, Aceh. Puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Tangse bergerak memburu mafia tambang di hutan mereka. Aksi ini dipicu kemarahan atas dampak bencana alam dan lemahnya penegakan hukum terhadap perusak lingkungan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Mafia Hutan.
Kemarahan Warga Meluap, Tujuh Jam Buru Mafia Tambang
Pada Sabtu, 27 Desember 2025, puluhan warga dari Gampong Pulo Mesjid I, Gampong Pulo Mesjid II, dan Gampong Neubok Badeuk, Kecamatan Tangse, Pidie, menggelar operasi perburuan. Mereka menyisir hutan dengan berjalan kaki selama tujuh jam. Tujuan utama mereka adalah mencari dan menghentikan aktivitas mafia tambang ilegal yang mengeruk emas menggunakan alat berat.
Masyarakat kini menyadari sepenuhnya bahwa tambang-tambang ilegal ini telah menyebabkan kerusakan hutan parah. Kerusakan ini pada gilirannya memicu bencana alam, seperti banjir bandang, yang justru dampaknya ditanggung langsung oleh masyarakat adat setempat. Pengalaman pahit ini memicu tekad mereka untuk bertindak.
Bencana banjir bandang yang melanda beberapa daerah pada akhir November 2025 lalu menjadi pemicu utama. Bencana tersebut diduga kuat akibat kerusakan hutan yang masif, semakin memperkuat keyakinan warga bahwa tindakan harus segera diambil untuk melindungi lingkungan dan masa depan mereka.
Ancaman Tegas Terhadap Perusak Lingkungan
Kemarahan warga diungkapkan secara langsung. Salah seorang perwakilan menyatakan, “Kami sudah sangat marah, karena kerusakan hutan ini bukan saja akan berdampak bagi desa kami, tapi juga bagi Kecamatan Tangse.” Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman kerusakan lingkungan yang mereka hadapi.
Aksi perburuan warga juga direkam dan disebarluaskan di media sosial. Dalam video tersebut, mereka menyampaikan ancaman keras terhadap para mafia tambang. Mereka menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika menemukan alat berat di lokasi penambangan ilegal.
“Kami ingatkan, kepada siapa saja yang menggunakan alat berat di gunung Neubok Badeuk, Tangse, harap waspada. Kami akan ambil tindakan keras,” kata salah seorang warga dalam video yang dilihat di akun TikTok @tjutdhara. Ancaman mereka bahkan lebih ekstrem “Jika ketemu, kami bakar.”
Baca Juga: Tangse Memanas! Massa Kepung Gunung Neubok Badeuk, Buru Mafia Tambang dan Perambah Hutan
Dampak Destruktif Tambang Ilegal
Aktivitas penambangan ilegal di hutan Tangse menggunakan alat berat memiliki dampak ekologis yang sangat merusak. Pengerukan tanah dan batuan tanpa kontrol merusak struktur tanah, menghilangkan vegetasi pelindung, dan mencemari sumber air. Keanekaragaman hayati juga terancam serius akibat hilangnya habitat.
Kerusakan hutan ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan risiko bencana alam. Hutan yang gundul kehilangan kemampuan menyerap air hujan, sehingga menyebabkan erosi tanah, tanah longsor, dan banjir bandang. Masyarakat yang tinggal di sekitar area penambangan adalah pihak yang paling rentan terhadap dampak ini.
Kasus ini menyoroti perlunya penegakan hukum yang lebih kuat dan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas penambangan. Tanpa tindakan tegas, kerusakan lingkungan akan terus berlanjut, mengancam kehidupan dan mata pencarian masyarakat lokal, serta merugikan ekosistem secara keseluruhan.
Seruan Perlindungan Hutan Dan Hukum
Aksi warga Tangse ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga seruan mendesak bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Mereka meminta perhatian serius terhadap ancaman tambang ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.
Perlindungan hutan di Tangse, yang merupakan salah satu paru-paru bumi di Aceh, adalah tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat hukum untuk menjaga kelestarian alam serta menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan.
Semoga tindakan heroik warga ini menjadi momentum untuk menghentikan praktik tambang ilegal dan mengembalikan fungsi hutan sebagai pelindung kehidupan. Ini adalah perlawanan demi masa depan yang lebih hijau dan aman bagi generasi mendatang.
Jangan lewatkan update berita seputaran Mafia Hutan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari beritakini.co
- Gambar Kedua dari kompas.id