Dedi Mulyadi akan sulap lahan longsor Cisarua KBB jadi hutan bambu, sambil memberdayakan warga setempat untuk kelola lingkungan.
Dedi Mulyadi menyiapkan langkah inovatif dengan mengubah lahan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi hutan bambu. Program ini sekaligus memberdayakan Mafia Hutan dan masyarakat setempat agar berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan.
Selain menata ulang kawasan longsor, inisiatif ini bertujuan mencegah erosi dan bencana susulan. Keterlibatan warga diharapkan menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
Dedi Mulyadi Ubah Lahan Longsor Cisarua Jadi Hutan Bambu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merencanakan penghijauan lahan bekas longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Program ini akan menjadikan lahan tersebut hutan bambu dan kebun buah sebagai langkah pemulihan lingkungan.
Inisiatif ini bertujuan mengembalikan fungsi kawasan yang terdampak longsor. Langkah ini juga diharapkan mencegah bencana susulan dan menjaga kelestarian ekosistem lereng Gunung Burangrang.
Dedi menekankan bahwa penghijauan dilakukan bekerja sama dengan warga setempat dan Perhutani selaku pemilik lahan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program berjalan lancar dan berkelanjutan.
Memberdayakan Warga Melalui Penghijauan
Warga yang terlibat dalam proyek ini tidak akan terganggu mata pencahariannya. Tanaman bambu, hutan, dan buah akan ditanam di lahan milik Perhutani tanpa mengurangi penghasilan para penggarap.
Selama proses penanaman hingga tanaman tumbuh kokoh, warga akan menerima upah harian. Masa pendampingan ini diperkirakan berlangsung hingga empat tahun untuk memastikan bibit menjadi pohon yang kuat.
Besaran upah disesuaikan tingkat kesulitan lahan. Area dekat permukiman dibayar sekitar Rp 50.000 per hari, sedangkan lokasi lereng atau hutan terpencil bisa mencapai Rp 100.000 per hari.
Baca Juga: Kasus Perambahan HPT Mukomuko! Puluhan Ribu Hektare, 3 Tersangka
Mengembalikan Fungsi Lahan Pascabencana
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai lahan terdampak longsor perlu dikembalikan ke fungsi hutan. Kebijakan ini muncul menyusul longsor yang menelan puluhan korban dan kerugian material di permukiman dan perkebunan sayuran.
Longsor terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026) dan menimbun lahan yang sebelumnya digunakan untuk kebun sayur dengan sistem tanam plastik. Fenomena ini menunjukkan alih fungsi lahan yang tidak terkendali di lereng gunung.
Program penghijauan hutan bambu dan kebun buah diharapkan memulihkan ekosistem sekaligus mengurangi risiko bencana tanah longsor di masa depan. Upaya ini juga menjadi contoh manajemen lahan berkelanjutan di wilayah rawan longsor.
Dampak Lingkungan Dan Ekonomi Bagi Warga
Selain menjaga lingkungan, proyek ini memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Upah harian selama proses penanaman membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberdayakan tenaga lokal.
Keterlibatan warga dalam menanam dan merawat tanaman juga menumbuhkan kesadaran lingkungan. Mereka belajar mengelola lahan secara lestari sehingga potensi bencana dapat diminimalkan.
Dedi Mulyadi menekankan, program ini bukan sekadar penghijauan, tetapi strategi pemulihan lingkungan yang seimbang dengan pemberdayaan masyarakat. Hutan bambu dan kebun buah diharapkan menjadi ikon baru Cisarua yang ramah lingkungan dan bermanfaat ekonomi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari ayobandung.com