Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas, tapi kewajiban moral semua warga.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menekankan pentingnya kecintaan terhadap lingkungan bagi seluruh masyarakat. Pelestarian alam bukan sekadar tanggung jawab, tetapi kewajiban moral. Pesan ini disampaikan dalam diskusi penting, menekankan urgensi perubahan pola pikir manusia demi masa depan bumi yang lestari.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Mafia Hutan.
Dari Homo Economicus Menuju Homo Ekologicus
Irjen Herry Heryawan menyampaikan pandangannya dalam diskusi ‘Hello Green Movement’ di Hutan Kota Pekanbaru, bersama aktivis muda Partai Hijau Riau. Dalam kesempatan tersebut, ia secara lugas menyoroti kebutuhan mendesak akan perubahan paradigma dalam diri manusia. Kapolda mengajak untuk beralih dari Homo Economicus menjadi Homo Ekologicus.
Ia memulai paparannya dengan mengutip pemikiran filsuf Immanuel Kant, mengingatkan bahwa meskipun manusia dianugerahi rasionalitas tinggi, kita tetaplah bagian integral dari alam. Manusia bukanlah penguasa mutlak yang boleh mengeksploitasi sesuka hati, melainkan entitas yang menyatu dengan ekosistem bumi.
Krisis lingkungan yang terjadi saat ini, menurut Kapolda, adalah buah dari paradigma Homo Economicus yang melihat alam hanya sebagai sumber daya untuk dieksploitasi demi materi. Pola pikir ini tidak hanya merusak fisik alam, tetapi juga memicu krisis spiritual mendalam, menjauhkan manusia dari eksistensi dirinya yang seharusnya menyatu dengan alam.
Ecological Imperatives, Kewajiban Moral Tanpa Batas
Sebagai antitesis dari Homo Economicus, Irjen Herry Heryawan menawarkan konsep Homo Ekologicus. Konsep ini menekankan kesadaran bahwa manusia harus menekan ego untuk mengambil hasil bumi sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, kita harus beralih pada “ecological imperatives”.
Ecological imperatives diartikan sebagai kewajiban moral tanpa batas untuk melestarikan lingkungan. Ini berarti setiap aktivitas, khususnya di bidang ekonomi dan politik, harus menempatkan perlindungan alam sebagai prioritas utama dan tak terhindarkan. Lingkungan harus menjadi landasan setiap kebijakan dan tindakan.
Kapolda Riau menegaskan bahwa satu pohon bukan sekadar makhluk hidup biasa, melainkan simbol masa depan bangsa. “Satu pohon adalah masa depan bagi umat manusia, khususnya Riau dan Indonesia,” ujarnya, menekankan bahwa harapan ini mungkin tidak langsung terlihat, namun akan sangat terasa lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Baca Juga: Perusakan Hutan Sumatera, Tersangka Akan Diumumkan Kata Satgas PKH
Pohon Sebagai Representasi Masa Depan Bangsa
Irjen Herry mendorong agar kewajiban moral ini tidak hanya berhenti sebagai wacana atau diskusi semata. Ia berharap nilai-nilai ini dapat bertransformasi menjadi kebiasaan sehari-hari yang membentuk karakter kuat individu. Karakter yang senantiasa mencintai dan melindungi lingkungan adalah kunci keberlanjutan.
Menariknya, Kapolda menyebut bahwa karakter Homo Ekologicus sebenarnya sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Riau. Melalui “Tunjuk Ajar Melayu”, nilai-nilai ekologis telah lama tertuang dalam syair dan pantun tradisional, menunjukkan kearifan lokal yang relevan hingga kini.
Ia mengutip filosofi lokal yang menggambarkan pohon sebagai pelindung kehidupan: “Jadilah pohon yang kuat dengan batang yang kuat untuk tempat bersandar, dahan yang kuat untuk bergantung, daun yang lebat untuk berlindung.” Ini adalah gambaran nyata tentang peran vital alam bagi kehidupan manusia.
Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal
Melalui momentum diskusi ini, Kapolda Riau berharap generasi muda dapat menghidupkan kembali kearifan lokal tersebut. Tunjuk Ajar Melayu dan filosofi tradisional ini dapat menjadi fondasi kuat. Ini penting untuk menjaga Bumi Lancang Kuning, julukan Riau, tetap lestari dan hijau.
Upaya melestarikan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting. Dengan menanamkan kesadaran Homo Ekologicus dan mengamalkan nilai-nilai luhur, masa depan lingkungan Riau dapat terjaga.
Pesan Irjen Herry Heryawan ini menjadi pengingat bagi kita semua. Bahwa menjaga lingkungan adalah panggilan hati nurani. Ini adalah investasi tak ternilai untuk generasi mendatang, memastikan mereka juga dapat menikmati keindahan dan keberkahan alam Riau.
Jangan lewatkan update berita seputaran Mafia Hutan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari environesia.co.id